Perkembangan Puskesmas di Bandung mencerminkan komitmen pemerintah daerah Jawa Barat dalam memperkuat fasilitas kesehatan. Investasi pada infrastruktur dan SDM terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menjadi ujung tombak pelayanan gizi masyarakat di Bandung. Dengan 22 puskesmas tersebar di seluruh kecamatan, pelayanan kesehatan dan gizi dapat menjangkau hingga lapisan masyarakat paling bawah.
Puskesmas memiliki dua fungsi utama: 1) Penyelenggaraan UKM (Upaya Kesehatan Masyarakat) tingkat pertama yang fokus pada promotif dan preventif, dan 2) Penyelenggaraan UKP (Upaya Kesehatan Perorangan) tingkat pertama untuk pelayanan kuratif dan rehabilitatif terbatas.
Setiap puskesmas di Bandung menjalankan program gizi yang komprehensif: pemantauan pertumbuhan balita di posyandu, surveilans gizi melalui e-PPGBM, pemberian PMT untuk balita gizi kurang dan ibu hamil KEK, distribusi tablet tambah darah untuk remaja putri dan ibu hamil, kampanye ASI eksklusif, edukasi MPASI, suplementasi vitamin A pada bayi-balita dua kali setahun, serta konseling gizi rawat jalan.
Puskesmas di Bandung idealnya memiliki minimal satu tenaga gizi terampil yang bertanggung jawab pada program gizi masyarakat. Tenaga gizi puskesmas mendapat pelatihan berkala dari dinas kesehatan dan organisasi profesi gizi (PERSAGI) untuk memperbarui kompetensi.
Setiap puskesmas membawahi sejumlah posyandu yang dioperasikan oleh kader masyarakat. Posyandu di Bandung memberikan layanan dasar bulanan: penimbangan, pengukuran, imunisasi, vitamin A, dan konsultasi gizi sederhana. Kader posyandu dilatih oleh puskesmas dan menerima pendampingan teknis berkala.
Bagi peserta BPJS Kesehatan di Bandung, konsultasi gizi rawat jalan di puskesmas tersedia gratis berdasarkan kebutuhan klinis. Pasien dengan kondisi seperti diabetes, hipertensi, dan dislipidemia rutin mendapatkan konseling gizi sebagai bagian dari paket pelayanan PPK1 (Pelayanan Primer).
Setiap pasien atau pengguna layanan di Bandung disarankan untuk menghubungi Puskesmas secara langsung guna memastikan jadwal, ketersediaan, dan persyaratan layanan yang berlaku saat kunjungan.